ADMINISTRASI SARANA &
PRASARANA
Penyimpanan
dan Pemeliharaan Sarana & Prasarana Melalui Sistem Komputerisasi

Disusun oleh
1.
Andre Yuli Rohmanto (09)
DINAS
PENDIDIKAN KABUPATEN JOMBANG
SMK NEGERI 1 JOMBANG
Jl. DrSoetomo
No. 15 Jombang ,Telp (0321) 861516, KodePos 61418
TahunPelajaran
2017/2018
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan untuk membuat
makalah dalam materi Sarana dan Prasarana. Makalah yang kami susun ini
menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang diajarkan
dan ditugaskan oleh Bpk. Nur Maksum, S.Pd. MM.
Makalah ini diharapkan dapat digunakan sebagai
sumber belajar pokok oleh teman-teman SMKN 1 JOMBANG untuk mencapai kompetensi
kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri.
Dalam makalah ini, penyusun membahas tentang PENYIMPANAN PEMELIHARAAN
SARANA & PRASARANA MELALUI SISTEM KOMPUTERISASI, serta masih banyak
pembahasan lainya yang disajikan dalam bentuk makalah. Makalah ini disusun agar
para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang ada
mengenai administrasi sarana dan prasarana.
Makalah ini disusun dalam beberapa tahapan : 1).
pencarian materi makalah, 2). pengumpulan materi, 3). penyusunan naskah materi,
4). Disetting dengan bantuan komputer
Pekerjaan berat ini dapat diselesaikan, berkat
dukungan dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini
patutlah bila kami sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada berbagai
pihak, terutama teman-teman yang telah mendukung kami dan Bpk. Nur Maksum.S,Pd
yang telah membimbing kami untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini. Kami
mengharapkan saran dan kritik dari teman-teman dan Bpk. Nur Maksum.S,Pd MM.
Demikian, semoga makalah yang kami buat ini dapat
bermanfaat bagi kita semua, khususnya teman-teman SMKN 1 JOMBANG Bidang
Administrasi Perkantoran.
Jombang,
25 Juli 2017
Penyusun
DAFTAR
ISI
BAB 1 ...................................................................................................................................
PENDAHULUAN
................................................................................................................
1.1 LATAR BELAKANG
........................................................................................
1.2 RUMUSAN MASALAH ...................................................................................
1.2a. Bagaimana
Perencanaan Pengadaan Sarpras .......................................
1.2b. Bagaimana
Pengorganisasian Sarpras .................................................
1.2c. Bagaimana
Pelaksanaan Sarpras ..........................................................
1.2d. Bagaimana Pengawasan
Sarpras .........................................................
1.3 Tujuan
................................................................................................................
1.4 BATASAN MASALAH
.....................................................................................
BAB 2
...................................................................................................................................
ANALISIS
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN SARPRAS ................................................
2.1 PERENCANAAN
..............................................................................................
2.2 PENGORGANISASIAN
....................................................................................
2.3 PELAKSANAAN
...............................................................................................
2.4 PELAKSANAAN
...............................................................................................
2.5 HASIL FUNGSI MANAJEMEN SARPRAS
....................................................
BAB 3
...................................................................................................................................
KESIMPULAN
....................................................................................................................
KRITIK
& SARAN
..............................................................................................................
REFERENSI
.........................................................................................................................
DAFTAR PUSAKA
.............................................................................................................
BAB
I
ADMINISTRASI PENERIMAAN DAN
PENDISTRIBUSIAN SARANA DAN PRASARANA KANTOR
“Bentuk laporan
penyimpanan dan pemeliharaan sarana dan prasarana melalui sitem komputerisasi”
A.
Penerimaan
Kartu penerimaan barang
merupakan buku tambahan untuk perkiraan perlengkapan. Buku ini digunakan untuk
mencatat penambahan, pengurangan dan saldo akhir dari setiap jenis barang
perlengkapan.
Setiap transaksi
penambahan dan pembelian barang perlengkapan harus di catat, baik di kartu
persediaan maupun di buku besar perlengkapan. Apabila suatu kantor membutuhkan
barang untuk keperluan kantor, maka perlu dibuatkan daftar kebutuhan barang
secara terperinci oleh pejabat/pegawai yang berwenang untuk hal itu. Setelah
barang dipesan diterima dan dicatat dalam buku penerimaan barang, dibuatkan
berita acaranya oleh pejabat/pegawai yang bertanggungjawab atas penerimaan
barang.
Bagian-bagian yang
terkait dengan transaksi penerimaan barang supplies.
1.
Bagian ini yang melakukan pendataan barang-barang yang masih ada atau sudah
habis dalam persediaan, untuk kemudian dibuatkan daftar kebutuhan barang untuk
satu periode.
2.
Bagian pengadaan barang, bagian ini yang melakukan pembelian barang supplies.
3.
Bagian gudang/logistik, bagian ini yang melakukan penyimpanan/pengelolaan
barang supplies, sebagian pintu gerbang keluar/masuknya barang supplies untuk
keperluan unit-unit dalam perusahaan.
Pengeluaran barang
supplies disebabkan karena adanya pemakaian pengeluaran/pengurangan barang
supplies dari gudang. Dasar pencatatan adalah bukti pengiriman barang yang
telah ditandatangani oleh bagian pengiriman barang.
Ada tiga hal yang
dicatat dalam kartu persediaan supplies yaitu penambahan, pengurangan dan saldo
yang ada setelah terjadinya suatu transaksi.
Mutasi yang terjadi
mengakibatkan perubahan persediaan barang supplies. Penambahan dalam kartu
persediaan disebabkan oleh adanya pembelian atau penerimaan dari pihak lain,
dasar pencatatannya adalah tanda terima barang yang dikuatkan oleh bagian
gudang. Pada akhir periode berdasarkan kartu-kartu persediaan supplies disusun
laporan ikhtisar persediaan barang supplies oleh bagian gudang.
Sumber:
http://marianadwinurmaela.blogspot.co.id/2014/07/sarana-dan-prasarana-kantor.html
(Senin, 09 Nopember 2015 pukul 08:41)
B.
Pendistribusian
→
Pengertian Pendistribusian Sarana Prasarana
Pendistribusian
merupakan kegiatan yang menyangkup pemindahan barang dan tanggung jawab dari
instansi/ pemegang yang satu kepada instansi/ pemegang yang lain. Dalam
lingkungan yang sempit seperti sekolah, maka kegiatan ini dapat berwujud
penyaluran atau kegiatan membagi/ mengeluarkan barang sesuai kebeutuhan guru/
seksi bagian dalam instant tersebut untuk keperluan kegiatan belajar mengajar
serta perkantoran.
Pendistribusian atau
penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab
penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkan barang itu.
Dalam prosesnya ada 3 hal yang harus di perhatikan yaitu ketepatan barang yang
di sampaikan, baik jumlah maupun jenisnya; ketepatan sasaran penyampaiannya,
dan ketepatan kondisi barang yang di salurkan.
→
Langkah- langkah Pendistribusian Sarana Prasarana
1)
Penyusunan Alokasi
Untuk menghindari
pemborosan dalam pembagian/ pendistribusian barang sehingga merata dan seimbang
dengan kebutuhan pemakainya masing- masing, maka perlu disusun alokasi
kuantitas dan frekuensi pendistribusiannya, sehingga sungguh- sungguh dapat
menunjang kegiatan instruksional.
Dalam penyusunan
alokasi barang tersebut perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a.
penerimaan barang
b.
waktu penyerahan barang
c.
jenis barang
d.
jumlah barang
e.
kegunaan/ keperluan barang
2)
Pengiriman Barang
Pengiriman barang dari
pusat- pusat penyalur barang perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a.
cara pengiriman
b.
pengemasan
c.
pemuatan
d.
pengangkutan
e.
pembongkaran
3)
Penyerahan Barang
Dalam penyerahan barang
hendaklah tidak dilupakan untuk mengisi daftar penyerahan barang, surat
pengantar, tanda terima, biaya pengiriman dan lain sebagainya.
Barang yang telah di
terima di inventarisasikan oleh panitia pengadaan, setelah kebenarannya di
periksa berdasarkan daftar yang ada perlu surat pengantar, tidak berarti semua
personil sekolah bisa menggunakan secara bebas. Barang – barang tersebut perlu
di atur lebih lanjut untuk memudahkan pengawasan dan pertanggung jawaban.
Apabila pendistribusiannya tidak di atur dengan sebaik-baiknya, pengelolaan
perlengkapan sekolah akan mengalami kesulitan dalam membuat laporan pertanggung
jawabannya.
Dalam kaitan dengan
perihal di atas, perlu adanya penyusunan alokasi pendistribusian. Dengan
terlebih dahulu di lakukan penyusunan alokasi pendistribusian barang-barang
yang telah di terima oleh sekolah yang dapat di salurkan sesuai dengan
kebutuhan barang pada bagian – bagian sekolah, dengan melihat kondisi,
kualitas, dan kuantitas barang yang ada. Semakin jelas alokasinya, semakin
jelas pula pelimpahan tanggung jawab pada penerima. Dengan demikian
pendistribusian akan lebih mudah di laksanakan dan di kontrol setiap saat.
Tujuan akhir penyusunan alokasi tersebut pada akhirnya adalah untuk menghindari
pemborosan yang seharusnya tidak terjadi.
®
Sistem Pendistribusian Barang
Berdasarkan keseluruhan
uraian tentang distribusi di atas dapat di tegaskan bahwa pada dasarnya ada 2
sistem pendistribusian barang yang dapat di tempuh oleh pengelola perlengkapan
sekolah, yaitu sistem langsung dan sistem tidak langsung.
1)
Sistem secara langsung
Dengan menggunakan
sistem pendistribusian langsung, berarti barang-barang yang sudah di terima dan
di inventarisasikan langsung di salurkan pada bagian-bagian yang membutuhkan
tanpa melalui proses penyimpanan terlebih dahulu.
2)
Sistem secara tidak langsung
Sistem pendistribusian
tidak langsung berarti barang-barang yang sudah di terima dan sudah di
inventarisasikan tidak secara langsung di salurkan, melainkan harus di simpan
terlebih dahulu di gudang penyimpanan dengan teratur. Hal ini biasanya di
gunakan apabila barang-barang yang lalu ternyata masih tersisa.
®
Asas-Asas Pendistribusian
Untuk dapat di katakan
berjalan secara efektif, dalam pendistribusian harus memenuhi beberapa asas
pendistribusian. Ada beberapa asas pendistribusian yang perlu di
perhatikan,yaitu :
a.
Asas ketepatan
b.
Asas kecepatan
c.
Asas keamanan
d.
Asas ekonomi
Namun jika di gunakan
sistem pendistribusian tidak langsung maka barang – barang yang perlu di simpan
di gudang perlu mendapatkan pengawasan yang efektif. Dalam rangka mempermudah
pengawasannya perlu di buat kartu stok barang yang di tempelkan pada barang
tersebut untuk mempermudah dalam pengenalan dan pengawasan
Sumber :
http://tholabayathlubu.blogspot.co.id/2014/12/makalah-sarana-prasarana.html
(Senin, 09 Nopember
2015 pukul 08:32)
BAB II
PELAPORAN PENYIMPANAN
DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA
“Pelaporan,
Penyimpanan dan Pemeliharaan”
A.
Pelaporan
Laporan sarana dan
prasarana kantor adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk melaporkan keadaan
sarana dan prasarana kantor, baik persediaan, mutasi, maupun keadaan fisik dari
sarana dan prasarana tersebut dalam periode waktu tertentu (triwulan, semester,
atau setahun).
Fungsi laporan sarana
dan prasarana kantor adalah :
·
Sebagai bahan pertanggung jawaban.
·
Sebagai pengendali persediaan.
·
Memberikan informasi tentang barang yang tersedia dan mutasi barang.
·
Sebagai dasar atau bahan dalam pengambilan keputusan pimpinan.
Dalam menyampaikan
laporan secara tertulis kepada pimpinan,sebaiknya dilampiri dengan beberapa
bukti atau catatan pendukung antara lain :
1.
Bukti penerimaan barang.
2.
Bukti pembelian barang.
3.
Bukti pengeluaran barang.
4.
Kartu barang
5.
Kartu persediaan.
6.
Daftar inventaris.
7.
Daftar rekapitulasi barang inventaris.
Teknik pembuatan
laporan disusun sebagai berikut :
·
Memeriksa barang.
·
Menghitung persediaan barang awal tahun anggaran.
·
Menghitung penerimaan dan pengadaan barang.
·
Menghitung pengeluaran barang.
·
Menghitung sisa persediaan.
·
Mencatat mutasi barang.
·
Melaporkan kepada atasan atau pimpinan
Sumber :
http://www.academia.edu/8485058/Sarana_dan_Prasarana_Kantor
(Senin, 09 Nopember
2015 pukul 08:20)
B.
Penyimpanan
Penyimpanan adalah
kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk menampung
hasil pengadaan barang/bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi
lain, atau yang diperoleh dari bantuan.
Tujuan penyimpanan
barang/bahan kantor antara lain:
1.
Agar barang tidak cepat rusak
2.
Agar tidak terjadi kehilangan barang
3.
Agar tersususn rapi sehingga mudah ditemukan apabila berang tersebut dicari
4.
Memudahkan dalam pengawasan
5.
Memudahkan dalam analisis barang\
Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam penyimpanan barang/bahan kantor :
1.
Persediaan alat-alat pemeliharaan yang diperlukan
2.
Pergudangan yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan
3.
Sifat barang yang disimpan
4.
Sarana penyimpanan dan pemeliharaan
5.
Prosedur dan tata kerja
6.
Biaya yang disediakan
7.
Tenaga yang diperlukan
8.
Jangka waktu penyimpanan
Cara penyimpanan
barang/bahan kantor :
1.
Barang yang disimpan berdasarka klasifikasi (jenis, berat, merk, dan satuan
barang)
2.
Barang yang disimpan dalam keadaan bersih
3.
Barang yang disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi
4.
Barang yang disimpan di tempat yang memadai
5.
Barang yang disimpan rapi dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari
6.
Barang yang disimpan harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air
7.
Barang yang disimpan diruangan yang dapat dikunci
8.
Barang yan disimpan harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku
persediaan
9.
Barang yang biasanya dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakan dibagian
terdepan, sebaliknya barang yang dikeluarka lebih lama disimpan lebih
dalam.
Sumber:
http://treetan3.blogspot.co.id/2014/05/penyimpanan-sarana-dan-prasarana-kantor.html
(Senin, 09 Nopember
2015 pukul 08:14)
C.
Pemeliharaan
Pemeliharaan sarana dan
prasarana pendidikan adalah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan
pengaturan agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan siap
untuk digunakan secara berdayaguna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan
pendidikan. Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari
kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap
digunakan. Pemeliharaan mencakup segala daya upaya yang terus menerus untuk
mengusahakan agar peralatan tersebut tetap dalam keadaan baik. Pemeliharaan
dimulai dari pemakaian barang, yaitu dengan cara hati-hati dalam
menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas
yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud.
→
Tujuan pemeliharaan Sarana Prasarana
1.
Untuk mengoptimalkan usia pakai peralatan. Hal ini sangat penting terutama jika
dilihat dari aspek biaya, karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih
mahal jika dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatan tersebut
2.
Untuk menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran
pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal
3.
Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pencekkan secara
rutin dan teratur
4.
Untuk menjamin keselamatan orang atau siswa yang menggunakan alat tersebut.
→
Manfaat pemeliharaan Sarana Prasarana
1.
Jika peralatan terpelihara baik, umurnya akan awet yang berarti tidak perlu mengadakan
penggantian dalam waktu yang singkat.
2.
Pemeliharaan yang baik mengakibatkan jarang terjadi kerusakan yang berarti
biaya perbaikan dapat ditekan seminim mungkin.
3.
Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka akan lebih terkontrol sehingga
menghindar kehilangan.
4.
Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka enak dilihat dan dipandang.
5.
Pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik.
→
Macam dan Jenis Pemeliharaan Sarana Prasarana
Ada beberapa macam
pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ditinjau dari sifat
maupun waktunya. Ditinjau dari sifatnya ada empat macam pemeliharaan sarana
prasarana pendidikan di sekolah antara lain:
1.
Pemeliharaan perlengkapan bersifat pengecekan
2.
Pemeliharaan yang bersifat pencegahan
3.
Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan
4.
Perbaikan berat.
Sedangkan jika ditinjau
dari waktu pemeliharaannya ada dua macam pemeliharaan sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah antara lain:
1.
Pemeliharaan sehari-hari, seperti menyapu, mengepel lantai, membersihkan pintu
2.
Pemeliharaan berkala, misalnya pengontrolan genting, pengapuran tembok.
liyaasatya.wordpress.com
→
Pemeliharaan Terencana
Pemeliharaan terencana
adalah jenis perawatan yang diprogramkan, diorganisir, dijadwal, dianggarkan,
dan dilaksanakan sesuai dengan rencana, serta dilakukan monitoring dan evaluasi
(Sunarto 2002:4). Perawatan terencana dibedakan menjadi dua, yakni perawatan
terencana yang bersifat pencegahan atau perawatan preventif, dan perawatan
terencana yang bersifat korektif.
→
Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan yang
bersifat pencegahan, adalah pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan
yang secara sadar dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, serta monitoring dengan tujuan untuk mencegah terjadinya gangguan
kemacetan atau kerusakan fasilitas atau peralatan sekolah. Pemeliharaan
preventif adalah perawatan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan
pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa kriteria yang ditentukan
sebelumnya dengan tujuan untuk mencegah dan mengura
ngi kemungkinan suatu
komponen tidak memenuhi kondisi normal (Depdikbud, 1999:2).
→
Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan yang
bersifat memperbaiki akan berkaitan dengan deteksi kerusakan, penentuan lokasi
kerusakan, dan perbaikan atau penggantian bagian yang rusak.
a)
Tahapan pemeliharaan korektif
·
Deteksi:
1.
Cek fungsi
2.
Cek kinerja
3.
Perbandingkan dengan spesifikasi alat/sistem
·
Menentukan Lokasi:
1.
Cek fungsi tiap blok (bagian dari sistem)
2.
Cek komponen pada blok yang tidak bekerja dg baik
·
Perbaikan:
1.
Perbaiki atau ganti komponen yang rusak dengan yang baru
Sumber : https://imannfathur.wordpress.com/category/konsep-dasar-penggunaan-dan-pemeliharaan-sarana-prasarana-pendidikan/
(Senin, 09 Nopember
2015 pukul 08:13)
BAB III
ADMINISTRASI INVENTARIS
SARANA DAN PRASARANA
“Administrasi
inventaris sarana dan prasarana dengan aplikasi komputerisasi”
Pengadaan semua sarana
dan prasarana kantor memerlukan biaya tinggi, termasuk semua kegiatan yang
berkaitan dengan pengelolaannya. Untuk itu diperlukan kegiatan inventarisasi.
Inventarisasi sarana dan prasarana kantor adalah semua kegiatan dan usaha untuk
memperoleh data yang diperlukan mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki.
Secara singkat inventarisasi dapat diartikan sebagai pencatatan terhadap sarana
dan prasarana. Inventarisasi yang dilakukan di setiap organisasi bisa saja
berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang sama. Tujuan
inventarisasi sarana dan prasarana antara lain :
a.
Agar peralatan tidak mudah hilang.
b.
Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga
dapat dipertanggungjawabkan.
c.
Memudahkan dalam pengecekan barang.
d.
Memudahkan dalam pengawasan.
e.
Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.
Sumber:
http://medinalorenza.blogspot.co.id/2015/04/administrasi-sarana-dan-prasarana.html
(Senin, 09 Nopember
2015 pukul 08:39)
Barang inventaris
adalah seluruh barang yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan tertentu
yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftarkan dalam
buku inventaris. Sedangkan inventarisasi barang adalah pencatatan atau
pendaftaran barang-barang milik kantor, (sekolah, rumah tangga, dsb) yg dipakai
dalam melaksanakan tugasnya
Contoh daftar
inventaris barang
No
Kelompok Barang
Jumlah sertifikat yang
masih berlaku
Pengadaan inventarisasi
barang ini memiliki fungsi sebagai berikut:
a.
Mencatat, menghimpun data asset yang dikuasai perusahaan/organisasi.
b.
Menyiapkan dan menyediakan bahan laporan pertanggungjawaban atas penguasaan dan
pengelolaan asset perusahaan/organisasi.
c.
Menyiapkan dan menyediakan bahan acuan untuk pengawasan asset
perusahaan/organisasi.
d.
Menyediakan informasi mengenai asset perusahaan/organisasi.
Sasaran inventarisaasi
barang adalah semua barang milik perusahaan/organisasi yang dibeli, didapat,
dihasilkan baik secara sebagian maupun keseluruhan. Barang-barang inventaris
harus dipelihara dan ditempatkan. Yang dimaksud pemeliharaan barang inventaris
merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik
dan siap untuk digunakan secara berdayaguna dan berhasil. Sedangkan penempatan
barang inventaris merupakan kegiatan untuk melakukan pengiriman barang dari
gedung ke unit kerja.
Fungsi dari penempatan
barang inventaris ini adalah untuk penyelenggaraan pengurusan pembagian atau
pelayanan barang secara tepat, cepat, dan teratur sesuai dengan kebutuhan.
Kegiatan penempatan adalah menyelenggarakan penyaluran barang kepada unit
kerja, menyelenggarakan administrasi penempatan dengan tertib dan rapi.
Sumber: http://marianadwinurmaela.blogspot.co.id/2014/07/sarana-dan-prasarana-kantor.html
(Senin, 09 Nopember
2015 pukul 08:41)
Untuk memudahkan
inventarisasi dibutuhkan buku pencatatan inventarisasi barang,
macam-macamnya yaitu :
§ Buku induk
barang inventaris adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang
inventaris yang sudah atau pernah dimiliki oleh suatu kantor. Buku ini
digunakan untuk mencatat barang yang tidak habis pakai.
§ Buku golongan
barang inventaris adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat
barang-barang inventaris menurut golongan yang ditentukan, masing-masing
berdasarkan klasifikasi kode barang yang telah ditentukan. Buku ini digunakan
untuk mencatat barang yang tidak habis pakai.
§ Buku catatan
barang non inventaris adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang
non inventaris (barang yang belum diketahui statusnya) yang dimiliki oleh suatu
kantor. Buku ini digunakan untuk mencatat barang yang habis pakai.
Sumber:
http://ainurrofikcs.blogspot.co.id/2012/05/sarana-dan-prasarana-kantor-pengertian.html
(Selasa, 10 Nopember
2015 pukul 20:02)
BAB IV
ADMINISTRASI LAPORAN
PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA
“Laporan
administrasi penghapusan sarana dan prasarana dengan aplikasi komputerisasi”
Penghapusan peralatan
kantor adalah usaha menghapuskan barang-barang milik sebuah kantor dari dalam
daftar inventarisasi berdasarkan peraturan yang berlaku. Fungsi penghapusan
diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Membatasi kerugian/pemborosan biaya untuk pemeliharaan/perbaikan, pengamanan
barang-barang yang semakin buruk kondisinya, barang yang berlebihan dan atau
barang lainnya yang tidak dapat digunakan lagi.
2.
Meringankan kerja pelaksanaan inventaris.
3.
Membebaskan ruangan/pekarangan kantor dari penumpukan barang-barang yang tidak
dipergunakan lagi.
4.
Membebaskan satuan organisasi dari pengurusan dan pertanggungjawaban barang.
5.
Menghindari penjagaan keamanan yang tidak bermanfaat untuk barang-barang yang
tidak terpakai karena rusak.
Syarat-syarat Penghapusan
Peralatan Kantor
1.
Dalam keadaan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan
lagi.
2.
Perbaikan akan menelan biaya, sehingga merupakan pemborosan.
3.
Secara teknis dan ekonomis kegunaanya tidak seimbang dengan besarnya biaya
pemeliharaan.
4.
Hilang akibat susut diluar kekauasaan pengurusan barang misalnya, bahan kimia
dan sebagainya.
5.
Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini.
6.
Kelebihan persediaan yang jika disimpan lebih lama akan bertambah rusak dan
akhirnya tidak bisa digunakan lagi.
7.
Musnah akibat bencana alam
8.
Hilang karena dicuri/diselewengkan
Semua penghapusan harus
berdasarkan pada aturan atau hukum yang berlaku.
Tata Cara Penghapusan
→
Barang-barang rusak, tua dan berlebihan
1.
Kepala gudang menyusun daftar barang yang akan dihapus, kemudian mengusulkan
kepada pimpinan/atasan untuk menghapus barang tersebut.
2.
Pimpinan unit membentuk panitia penghapusan, yang terdiri sekurang-kurangnya
tiga orang dari pejabat lingkungan unit yang bersangkutan yang dianggap ahli.
Yaitu bagian perlengkapan, perencanaan dan keuangan.
3.
Kemudian panitia tersebut memeriksa barang yang akan dihapuskan, terutama
terhadap kondisi barang tersebut dan dinilai dari barang yang bersangkutan.
Hasilnya disampaikan kepada pimpinan unit dengan berita acara.
4.
Panitia mengusulkan untuk menghapuskan barang tersebut disertai dengan berita
acara penelitian dan saran-saran.
5.
Pimpinan unit mengajukan permohonan kepada menteri melalui biro perlengkapan
untuk mengadakan penghapusan.
6.
Pimpinan pusat mengadakan penelitian lagi keunit yang bersangkutan. Kalau tidak
ada persoalan, maka akan diterbitkan surat keputusan untuk menhapus barang
tersebut yang dilaksanakannya dapat melalui kantor lelang negara dan juga
dihapus dengan pemusnahan.
→
Barang yang hilang, dicuri, terbakar
1.
Pimpinan unit yang bertanggungjawab atas barang yang bersangkutan, membuat
laporan serta berita acara pemeriksaan, dengan lampiran pemeriksaan kepada unit
utama yang selanjutnya di teruskan ke menteri.
2.
Pimpinan unit yang bersangkutan melapor kejadian tersebut kepada kepolisian
negara. Dan kepolisian negara akan memberikan breita acara pelaporan dan hasil
penyelidikan kepolisian tentang peristiwa tersebut.
3.
Biro perlengkapan meneruskannya kepada panitia Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan
panitia TGR tersebut akan mencari data-data tambahan sebagai kelengkapan
penelitian.
4.
Berita acara dari pihak kepolisian harus sudah masuk paling lambat tiga bulan,
jika tidak maka panitian TGR akan menyusun suatu kesimpulan berdasarkan laporan
dari unit yang bersangkutan serta hasil penyelidikan di tempat kejadian.
5.
Panitia TGR dapat meminta ganti rugi kepada pegawai yang mengelola barang, jika
hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kehilangan/kerkusakan barang tersebut
disebabkan kelalaian dari pegawai yang bersangkutan. Akan tetapi jika ternyata
peristiwa itu bukan disebabkan oleh pegawai tersebut, maka pegawai yang
bersangkutan akan dibebaskan dari segala tuntutan.
6.
Setelah adanya penetapan tuntutan atau ganti rugi, maka SK penghapusan dapat
diterbitkan.
→
Barang susut
Penyusutan barabg harus
berdasarkan berita acara pemeriksaan, yang dikeluarkan dari tata usaha
pertanggungjawaban pengurus disertai berita acara tentang barang yang susut.
Seandainya barang yang susut jumlahnya melebihi dari taksiran normal, maka
proses penghapusannya sama dengan barang yang hilang/dicuri/terbakar.
Penyusutan secara
normal dapat dikeluarkan dari pertanggungjawaban pengurusan gudang berdasarkan
berita acara pemeriksaan dan harus mendapat persetujuan dari atasan
Sumber : http://anugerahdino.blogspot.co.id/2015/01/penghapusan-peralatan-kantor.html
(Senin, 09 Nopember 2015 pukul 08.14)
Sumber: http://marianadwinurmaela.blogspot.co.id/2014/07/sarana-dan-prasarana-kantor.html
(Senin, 09 Nopember 2015 pukul 08:41)
Sumber: http://ainurrofikcs.blogspot.co.id/2012/05/sarana-dan-prasarana-kantor-pengertian.html
(Selasa, 10 Nopember 2015 pukul 20:02)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar